.

Dua Gadis Aceh Bagian dari Krue Barongsai

Dua gadis Aceh bagian dari krue Barongsai Golden Dragon binaan Yayasan Hakka Aceh
Justice Aceh - Banda Aceh, Pelataran parkir Gereja Methodist Indonesia (GMI) Banda Aceh menjadi merah. Semua pengunjung yang hadir mayoritas menggunakan pakaian warna merah, karena hari itu pihak GMI Banda Aceh hendak menyambut tahun baru Imlek 2526.

Suara gendang menggema di tabuh oleh tim Barongsai Golden Dragon binaan Yayasan Hakka Aceh. Penonton pun kian merapatkan diri pada tiang tempat atraksi Barongsai. Ada tiang menjulang dari setengah meter hingga 2,5 meter menjulang tinggi ke atas.

Di atas tiang-tiang itulah nantinya tim Golden Dragon menampilkan kebolehan dalam beratraksi Barongsai. Sebuah tradisi etnis Tionghoa yang ditampilkan setiap ada acara resmi mereka. Bahkan seni budaya etnis Tionghoa ini sekarang di Indonesia sudah masuk menjadi salah satu olahraga yang dipertandingkan di Indonesia.

Masa Soeharto, jangankan menampilkan atraksi Barongsai yang terlihat penuh tantangan, karena harus melompat dengan berkaloborasi berdua, di belakang dan depan yang membutuhkan keahlian dan kecakapan khusus. Dulunya sangat dilarang dan bahkan perayaan Imlek pun ikut diharamkan, namun setelah reformasi sudah bisa dirayakan dan ditampilkan.

Penampilan Barongsai ini tidak berdiri sendiri. Bukan hanya dua orang yang menyatukan diri dibalut dengan busana yang mirip Naga dan lainnya. Tetapi ada juga tim lainnya yang tidak kalah penting yaitu penabuh musik.

Setiap gerakan yang Barongsai selalu diiringi oleh tabuhan musik, ada gendang, simbal dan beberapa alat musik lainnya yang bila tak terbiasa bisa membuat telinga pekak. Gerakan-gerakan Barongsai di atas tiang yang tinggi ini mengikuti iringan tabuhan musik.

Ada yang berbeda dengan tim Barongsai Golden Dragon ini. Biasanya semua krue Barongsai dimainkan oleh etnis Tionghoa. Akan tetapi berbeda hal di Aceh yang memberlakukan syariat Islam. Di antara krue barongsai, ada dua orang gadis Aceh yang beragama muslim ikut berperan aktif memainkan simbal di tangannya.

Gadis itu adalah Rati Puspasari dan Maisarah Fatmawati. Siswi SMU 11 Banda Aceh ikut memainkan alat musik jenis simbal yang memiliki suara yang lengking. Suara gemuruh simbal terus ditabuh oleh 2 gadis muslim dengan penuh semangat. Tepuk tangan riuh diberikan penonton atas atraksi memukau barongsai.

Tidak terlihat canggung dalam memainkan simbal oleh dua gadis yang masih berusia 17 tahun ini. Meskipun peluh membasahi disekujur tubuhnya, karena dibakar terik mentari. Namun tidak surut semangatnya mengiringi atraksi barongsai pada perayaan Imlek 2566 di Banda Aceh.

"Sejak 2013 saya bergabung di sini, karena suka saja, karena permainan asyik, rekan-rekan etnis Tionghoa juga baik," kata Rati Puspasari usai tampil yang ikut dibenarkan oleh rekannya Maisara Fatmawati, Sabtu (14/2/2014).

Seperti yang dilansirkan Habadaily.com, Minggu (15/2/2015). Keluarga mereka tidak ada keberatan keterlibatannya bersama tim Barongsai. Karena ini hanya sebatas partisipasi dan Barongsai adalah budaya warga etnis. "Kata mama, asalkan jangan ikut ajaran mereka, tetap harus muslim," jelas Rati.

Sementara itu, Ketua Yayasan Hakka Aceh, Kho Khie Siong yang akrap disapa Aky mengatakan, selama ini barongsai banyak orang kaitkan dengan ritual ibadah. Padahal itu hanya seni budaya yang dimiliki oleh orang China.

"Kita ingin merubah pandangan orang bahwa Barongsai itu bukan ritual ibadah, tetapi seni budaya," tegas Aky.

Oleh karena itu, katanya, setelah mendapat izin dari orangtua dan pihak sekolah, kedua gadis muslim itu dilatih agar bisa ikut tergabung dalam tim Dragon Golden Barongsai binaan Yayasan Hakka Aceh.

"Ini komitmen kami untuk terus membangun keberagaman dan toleransi, karena itu memang menjadi visi misi Hakka, dan seni musik Aceh dan China ternyata bisa nyambung, ini luar biasa," imbuhnya.

Dikatannya, ia mengajak siapapun yang ingin bergabung bersama Barongsai. Aky mempersilakan untuk mengikuti latihannya. Yayasan Hakka Aceh siap menampung siapapun yang ingin belajar.

"Karena dia itu cewek, gak kita suruh latih jadi Barongsai, cukup memegang simbal alat musik, meskipun. Berkeinginan, nanti akan kita pertimbangkan," imbuhnya.




Tags :   #Gadis Aceh      Imlek   
Baca Juga Berita ini close button minimize button maximize button

Berita Lainnya

Nanggroe 8116651923481611827

Justice Terkini



Berita Sebelumnya...

Berita Foto


Translate

.
item