Militer Serang Gedung Parlemen Libya untuk Usir Kelompok Militan
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/05/militer-serang-gedung-parlemen-libya.html
Justice Globe - Tripoli, Suasana panas masih menyelimuti Libya. Sejak berapa hari terakhir kondisi Tripoli, Ibu Kota Libya, tengah dikuasai angkatan bersenjata berat untuk membersihkan kota dari kelompok militan.
Kondisi yang mencekam terasa kental di gedung parlemen dalam kota. Laporan wartawan Reuters menyebutkan, para penyerang terus menyerbu dari kanan dan kiri menutup akses jalan di dekatnya.
Pada Senin (19/5/2014) kelompok penyerang yang merupakan loyalis mantan jenderal di Libya juga menculik dua orang. Tak hanya itu, mereka juga terus memborbardir penjuru kota untuk membubarkan brigade anti Muamar Gaddafi sejak perang 2011 lalu. seperti yang dilansirkan News.detik.com, Senin (19/5/2014).
Serangan itu seolah tidak memiliki tujuan yang jelas. Namun, salah seorang juru bicara pensiunan jenderal Libya, Khalifa Haftar mengatakan pasukannya melakukan aksi itu untuk menyingkirkan militan muslim yang masih bertengger di gedung parlemen.
"Mereka adalah anggota Tentara Nasional Libya," ujarnya. Haftar telah mengirimkan para pejuangnya ke Benghazi sejak Jumat lalu untuk melawan militan Islam yang berbasis di sana. Dalam baku tembak ini setidaknya sudah memakan korban 40 orang.
Kota Benghazi menjadi pusat pergolakan tahun 2011 yang mengakhiri kepemimpinan mendiang Muammar Khadafi. Sejak saat itu, kota tersebut terus dilanda berbagai aksi kekerasan yang telah menewaskan puluhan personel keamanan, hakim-hakim dan warga asing.
Sebelumnya pada Selasa, 29 April, para pria bersenjata menyerbu gedung parlemen di Tripoli. Akibatnya, para anggota parlemen menunda voting untuk memilih perdana menteri baru guna menggantikan Abdallah al-Thani yang berhenti pada April lalu. Al-Thani mundur setelah baru lima hari memangku jabatan tersebut. Alasannya, dirinya dan keluarganya telah diserang.


