Rumah Warga Kembali di Bongkar Caleg "Jet Leg"
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/04/rumah-warga-kembali-di-bongkar-caleg.html
![]() |
| Ilustrusi Caleg Gagal |
Seperti diberitakan Viva.co.id Sabtu (19-04/2014) Sebanyak 28 orang warga penghuni 6 unit rumah menjadi korban pembongkaran paksa. Pembongkaran dilakukan setelah warga tidak mampu membayar Rp10 juta sebagai ganti rugi tapak tanah. Akhirnya, mereka terpaksa angkat kaki dan membongkar rumah yang ditempatinya. Mereka diusir pengurus Partai Gerindra yang mengusung Ahmad yang akhirnya gagal menjadi anggota dewan. Keenam rumah tersebut adalah milik Sahrul, Bentol, Hamdan, Rateni, Rusdi dan Mardiansyah.
Isak tangis mewarnai pembongkaran rumah yang telah mereka huni selama 11 tahun terakhir. Mereka terpaksa pindah setelah Ismail Aso, Penasihat Partai Gerindra Kota Subulussalam menyuruh mereka memilih untuk pergi atau membayar ganti rugi tapak tanah di lokasi berdirinya rumah warga yang diklaim adalah milik keluarganya secara turun temurun.
Menurut Rateni, salah satu warga yang menjadi korban, rumah-rumah yang dibongkar adalah rumah bantuan Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Singkil untuk keluarga kurang mampu yang dibangun tahun 2004 lalu. Menurut Rateni, salah seorang warga pembongkaran mereka lakukan karena ketakutan setelah malam sebelumya mendapat ancaman dari orang suruhan Ismail Aso.
"Orang suruhan itu mengatakan pihak Ismail Aso akan membongkar paksa rumah-rumah mereka karena mereka tidak mencoblos Ahmad Susanto," katanya.
Sementara Ismail Aso mengatakan meski telah meminta uang kepada warga, namun dia membantah alasan perbuatannya tersebut karena caleg yang diusungnya gagal merebut kursi sebagai anggota dewan. Ia mengaku motifnya meminta uang itu murni sebagai permintaan ganti rugi.
"Tapak tanah tempat berdirinya rumah-rumah tersebut sudah terlalu lama dihuni warga tanpa membayar," ujarnya.



