Bus Aceh Kembali Dilempari Batu
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/04/bus-aceh-kembali-dilempari-batu.html
Justice Aceh - Banda Aceh - Aksi pelemparan terhadap bus Aceh kembali terjadi. Kali ini, giliran Bus Harapan Indah BL 7389 AA yang berangkat dari Medan menuju Banda Aceh yang menjadi korban. Bus yang disopiri Li Kleng (Adun) itu dilempari pada Minggu (13/4) sekitar pukul 21.30 WIB di kawasan Stabat, tepatnya Simpang Gohor, Langkat, Sumatera Utara (Sumut).
Seperti yang dilagsir dari aceh.tribunnews.com Senin (14/04/2014) “Pelemparan itu tidak menimbulkan korban, karena bus tersebut sudah memakai jeruji besi penggaman kaca depan. Tapi, kenyamanan dan keamanan perjalanan penumpang dalam bus jelas terganggu. Bahkan, banyak dari penumpang yang terkejut dengan pelemparan itu,” kata Syauqas Rachmatillah, satu dari sejumlah penumpang bus tersebut kepada Serambi via telepon selulernya, tadi malam.
Terkait dengan peristiwa itu, Syauqas berharap semua pihak terkait khususnya jajaran Polda Aceh terus koordinasi dengan unsur terkait di Sumatera Utara agar dapat meningkatkan pengamanan di daerah-daerah yang selama ini rawan terjadi pelemparan bus. “Sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan tersebut tentang akibat yang timbul dari perbuatan mereka juga perlu diperbanyak. Sehingga ke depan kejadian seperti itu tak terulang lagi,” harap Syauqas, warga Jeulingke, Banda Aceh ini.
Sumber :
-aceh.tribunnews.com
Seperti yang dilagsir dari aceh.tribunnews.com Senin (14/04/2014) “Pelemparan itu tidak menimbulkan korban, karena bus tersebut sudah memakai jeruji besi penggaman kaca depan. Tapi, kenyamanan dan keamanan perjalanan penumpang dalam bus jelas terganggu. Bahkan, banyak dari penumpang yang terkejut dengan pelemparan itu,” kata Syauqas Rachmatillah, satu dari sejumlah penumpang bus tersebut kepada Serambi via telepon selulernya, tadi malam.
Terkait dengan peristiwa itu, Syauqas berharap semua pihak terkait khususnya jajaran Polda Aceh terus koordinasi dengan unsur terkait di Sumatera Utara agar dapat meningkatkan pengamanan di daerah-daerah yang selama ini rawan terjadi pelemparan bus. “Sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan tersebut tentang akibat yang timbul dari perbuatan mereka juga perlu diperbanyak. Sehingga ke depan kejadian seperti itu tak terulang lagi,” harap Syauqas, warga Jeulingke, Banda Aceh ini.
Sumber :
-aceh.tribunnews.com


