Aksi Earth Day di Banda Aceh
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/04/aksi-earth-day-di-banda-aceh.html

Bola Bumi Raksasa
Justice Aceh - Banda Aceh - Puluhan aktivitis lingkungan mengelindingkan bola bumi raksasa setinggi 3 meter diikuti aksi teaterikal manusia lumpur dan topeng-topeng satwa dalam memperingati Hari Bumi, Selasa, 22/042014. Aksi ini mengambil rute dari depan kantor BNPB Simpang Lima, Barata dan Tiang Pancang Warna-warni eks Hotel Aceh.
Pada aksi tersebut tidak hanya diikuti oleh aktivis lingkungan, tetapi juga ikut dimeriahkan oleh seniman, mahasiswa serta beberapa komunitas lainnya.
Koordinator Aksi Hari Bumi, Andri Munazir dari Eart Hour Aceh mengatakan, ini kali pertama para seniman, komunitas dan aktivisi lingkungan melakukan aksi bersama peringatan Hari Bumi di Aceh dengan menyampaikan pesan -pesan penyelamatan bumi. Aksi memperingati hari bumi sedunia ini menyampaikan pesan-pesan untuk penyelamatan lingkungan.
Koordinator Aksi ingin mengajak seluruh masyarakat Aceh agar peduli pada kelestarian hutan, perlindungan satwa-satwa, dan pencemaran lingkungan.
"Masyarakat harus lebih sadar dan menghargai alam dan lingkungan, melestarikan lingkungan dan menjaga siklus dan ekosistem di alam. Jangan kita biarkan pemanasan global mengancam kehidupan kita dan anak cucu kita kelak, " Lanjutnya Adri Munazir.
T M Zulfikar yang di temui Atjeh Justice dalam aksi tersebut, meminta kepada Pemerintah Aceh agar Sumber Daya Alam (SDA) tidak dijadikan sebagai nilai bargaining untuk kekuasaan. "Setelah mendapat kekuasaan menjadikan politik dagang sapi untuk menguasai SDA, agar ini tidak perlu terjadi," lanjut T M Zulfikar.
Dikatakannya, selama ini banyak pihak kecendrungan kurang peduli terhadap lingkungan dan disibukkan dengan situasi politik kekuasaan. Padahal lingkungan cukup baik menjadi sorotan utama, karena perebutan kekuasaan tidak terlepas dari perebutan SDA.
Oleh karena itu dia menghimbau kepada Pemerintah Aceh agar bisa memandang bumi, lingkungan, untuk kepentingan masa depan anak cucu untuk kehidupan setelah kita dan bumi ini pinjaman dari pendahulu kita, pungkanya.


