.

Penembakan Mobil Inspektorat Aceh, Pangdam: Memalukan dan Mencoreng Nama Baik TNI

Ilustrasi. @viva.co.id
Ilustrasi
Justice Aceh - Banda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto berjanji akan menindaktegas setiap anak buahnya bila terbukti indisipliner maupun terlibat tindak kriminal di Aceh.

Hal ini disampaikannya menyikapi insiden penembakan mobil dan rumah Kepala Inspektorat Aceh, Syahrul Bahruddin yang diduga melibatkan oknum TNI, pada Rabu malam, 19 November 2014 lalu.

“Sejauh ini saya belum menerima laporan yang konkrit terkait insiden penembakan itu. Jujur saja itu sangat memalukan dan mencoreng nama baik TNI di mata masyarakat,” ujarnya saat menggelar konferensi pers usai serah terima jabatan di Balai Teuku Umar Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh, seperti yang dikutip dari atjehpost.co, Selasa, (6/1/2015). 

Dalam konferensi pers tersebut, Ia mengatakan pihaknya masih terus menindak tegas setiap anggota TNI yang terbukti terlibat serangkaian aksi kekerasan maupun disiplin. Menurutnya peran dan tugas TNI adalah bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat. 

“Bagi saya itu tidak pandang bulu. Jikapun ada anggota saya terbukti, silahkan melapor kepada saya sebab TNI ini dilahirkan dari rahim rakyat dan bersama rakyatlah TNI akan kuat,” ujarnya lagi. 

Sebelumnya diberitakan, rumah Kepala Inspektorat Aceh Syahrul Badruddin ditembak orang tak dikenal pada Rabu (19/11/2014) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Penembakan tersebut menyebabkan kendaraan dinas Syahrul, Avanza hitam bernomor polisi BL-177-JA bolong pada bagian belakang. 

Penembakan terjadi di rumah Syahrul di Desa Ajuen Jeumpet, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. 

“Saat kejadian, saya di dalam rumah dan sedang hujan deras,” kata Syahrul seperti dikutip Tempo, Kamis, (20/11/2014). Syahrul baru mengetahui mobilnya terkena tembakan setelah pulang salat subuh dari masjid terdekat, Kamis pagi. Bagian bawah mobilnya, dekat pelat, bolong akibat peluru senjata api. 

Syahrul kemudian menghubungi Kepolisian Daerah Aceh untuk menginfokan kejadian tersebut. Puluhan menit kemudian, polisi datang melakukan olah tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyelidikan. Syahrul mengakui tak menerima ancaman apa pun sebelumnya. Hanya, banyak nomor telepon seluler tak terdeteksi yang meneleponnya. 

“Tapi saya selalu tak angkat kalau nomornya tak diketahui,” ujarnya lagi.


Tags :    #TNI     #Pangdam IM


Baca Juga Berita ini close button minimize button maximize button

Berita Lainnya

Nanggroe 354328539302350334

Justice Terkini



Berita Sebelumnya...

Berita Foto


Translate

.
item