Bicara Tangkap Ikan Hingga SMS Soal Jokowi Keluar PDIP
https://atjehjustice.blogspot.com/2015/01/bicara-tangkap-ikan-hingga-sms-soal.html
| Menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti |
Justice Politics - Di sela-sela kesibukannya sebagai menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti masih menyempatkan waktu untuk mengobrol santai dengan para media, hari ini.
Bertempat di ruang kerjanya, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari I lantai 7, mantan bos Susi Air ini bahas banyak persoalan, seperti pencurian ikan, alat tangkap ikan, hingga persoalan yang menyerempet ke ranah politik.
Sambil mengobrol santai, Susi sempat membacakan salah satu pesan singkat (SMS) dari masyarakat yang masuk ke ponselnya.
"Sukses Bude kerja kerasnya mulai terlihat. Sekalian titip salam ke Pak Jokowi keluar saja dari PDIP," ucap Susi membacakan SMS tersebut, Jumat (30/1/2015).
Susi pun membalas SMS tersebut, "Saya kan bukan orang PDIP," jawab Susi membacakan SMS.
Susi kemudian membacakan kembali balasan SMS masyarakat yang tidak disebutkan identitasnya tersebut. "Ya tapi kan bude bisa sampaikan. Saya kasihan lihat Pak Jokowi," katanya.
Selain itu, Susi juga membacakan SMS lain yang menyatakan dukungan kepadanya untuk terus konsisten menjaga kekayaan laut Indonesia.
Susi memang diketahui sebagai sosok tegas yang bekerja dengan cekatan. Belakangan Susi diketahui tengah serius berperang dengan mafia perikanan yang selama bertahun-tahun mengeruk kekayaan laut Indonesia secara ilegal dengan aksi pencurian ikan.
Dalam kesempatan itu, Susi juga menyebutkan soal para penangkap ikan yang menggunakan bahan peledak hingga trawl (pukat harimau) adalah 'teroris lingkungan'. Sayangnya, para teroris lingkungan ini dilindungi oleh oknum pemerintah daerah (pemda).
Kebijakan Menteri Susi soal larangan penangkapan ikan menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan, mendapat penolakan dari sejumlah pemerintah daerah. Detik.com


