Angkot mogok protes BBM naik, penumpang diangkut mobil polisi
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/11/angkot-mogok-protes-bbm-naik-penumpang.html
![]() |
| polisi angkut pelajar. ©2014 merdeka.com/arie sunaryo |
Justice Regional - Solo, Mogok angkutan terjadi di Solo dan beberapa kabupaten di sekitarnya. Akibatnya ratusan bahkan ribuan penumpang terlantar. Meski tak seluruh armada melakukan mogok operasional, namun kondisi tersebut cukup membuat masyarakat bingung.
"Saya ini dari Sragen mau ngantor di Solo. Tadi naik bus Sragen-Solo masih ada. Setelah turun di Panggung Jebres mau naik BST (Batik Solo Trans) kok nggak ada. Saya terpaksa ngojek ke kantor," ujar Anna Marita, karyawan sebuah hotell di Solo.
Ia menyayangkan kenaikan harga BBM yang gegabah dilakukan pemerintah. Sebab imbasnya tidak pernah diperhitungkan. Seperti kenaikan tarif angkutan, harga kebutuhan dan lain-lain.
"Saya tadi dari Sragen ke Solo sudah naik seribu. Terus ini naik ojek juga mahal Rp 15 ribu. Saya minta kenaikan ini ditinjau kembali. Kalau tidak rakyat yang akan sengsara.
Seperti dilansirkan merdeka.com di sejumah titik halte memang terjadi penumpukan penumpang. Di sejumlah halte di Jebres banyak yang membatalkan perjalanannya. Sejumlah pedagang yang akan ke pasar juga memilih pulang.
Sementara itu di Terminal Tirtonadi, sejumlah bus AKAP dan AKDP masih terlihat beroperasi. Sementara bus-bus tujuan pendek, seperti Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Karanganyar dan Sragen, sudah melakukan mogok sejak pukul 05.30 WIB.
Anton kru bus jurusan Solo-Boyolali mengaku ikut mogok sebagai solidaritas teman-temannya. Ia juga tak mau beroperasi karena BBM naik harganya.
"Kalau saya tetap jalan kan harus menaikkan harga tiket. Nanti kalau diprotes gimana," keluhnya.
Sementara itu di Sukoharjo dan Wonogiri, ratusan penumpang terutama pelajar diangkut dengan truk polisi dan tentara. Mobll patroli lalu lintas bak terbuka pun digunakan untuk mengangkut mereka. Tak hanya itu, polisi yang bertugas bahkan menitipkan para penumpang ke mobil-mobil pribadi yang melintas.



