Tidur Bersama, Pria Muda dan 2 Gadis Digaruk WH
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/07/tidur-bersama-pria-muda-dan-2-gadis.html
6 PSK, 2 gadis dan satu pria terjaring dalam razia di bulan Ramadhan/Dok harianaceh.co
Justice Aceh - Banda Aceh - Petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariah Kota Banda Aceh mengamankan seorang pria bersama dua wanita, yang sedang tidur bersama di sebuah gubuk kecil, terminal Keudah, Peunayong, Banda Aceh, Jumat (11/7) pukul 04.00 Wib.
Seperti di lansir harianaceh.co, Sabtu (12/07/2104) Keberadaan ke tiga insan berlainan jenis ini diketahui usai petugas WH menggrebek Salon Adek, jalan pembangunan Peunayong, Banda Aceh. “Mereka kami tangkap dari laporan masyarakat, yang mencurigai gerak gerik mereka, “kata Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Rita Sari Pujiasusti melalui Kabag Ops Hardi Karmy di kantor Satpol PP dan WH kota Banda Aceh, Jumat (11/7).
Pria yang ditangkap bernama St, 24, warga Aceh Besar, Aceh, bersama dua gadis remaja Faz (16), dan Turs (18) asal Padang Tiji. Faz, gadis muda berkulit hitam manis ini mengaku, ia dan St sudah berpacaran sejak sebulan lalu. “Ya, kami sudah sering tidur bersama. Kadang di emperan toko, atau di pojok-pojok lorong gelap, sering tidur berpindah-pindah,” katanya.
Faz mengaku, selama sebulan bersama St — laki laki yang mengaku sebagai supir labi labi (angkot, red) — belum pernah melakukan hubungan intim, ”Tidak. Kalau bersama Bang St belum pernah. Memang saya sudah tak perawan karena pacar lama saya, “ tutur Faz.
Sementara Turs, gadis asal Padang Tiji, Pidie, Aceh, mengaku baru satu satu hari kenal St, ”Saya baru satu kali tidur bersama yaitu tadi malam, saya diajak sama Bang St, karena saya tidak punya tempat tinggal di Banda Aceh, jadi saya ikut aja,” cetusnya. Namun polisi syariat tetap menahan mereka, karena walaupun tidak mengaku melakukan hubungan layaknya suami istri, namun mereka sudah melanggar qanun syariat islam. HIngga sore Jumat kemarin mereka masih berada di kantor Polisi Syariah Banda Aceh, untuk diberi pembinaan, sambil menunggu orang tua atau wali mereka untuk dipulangkan ke rumah masing-masing. Hidup ini sungguh keras, dan kadang, terasa timpang


