Mualem Diminta Pertanggungjawabkan Rp 50 Miliar Dari Partai Gerindra
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/06/mualem-diminta-pertanggungjawabkan-rp.html
Justice Aceh - Banda Aceh - Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) Muzakir Manaf diminta mempertanggungjawabkan uang yang telah diterima dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin calon presiden Prabowo Subianto Rp50 miliar.
"Mualem atau Muzakir Manaf harus mempertanggungjawabkan uang itu. Kalau masalah ada terima atau tidak, Muzakir Manaf harus membuktikannya," ketus Ketua Barisan Pendukung Partai Aceh Azmi kepada wartawan dalam Konferensi Pers di Banda Aceh,seperti dilansir acehonline.info Rabu (4/6/2014)
Selain itu, Mualem juga diminta untuk mempertanggungjawabkan keputusannya yang tidak sesuai dengan mekanisme Partai Aceh dalam hal berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai presiden.
"Belum ada keputusan resmi dari partai untuk menentukan arah koalisi. Yang terjadi saat ini adalah keputusan pribadi untuk mendukung Prabowo," ungkap dia.
Azmi juga meminta kepada Mualem untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dalam melakukan pemecatan terhadap petinggi Partai Aceh.
"Kami menduga pemecatan dilakukan oleh Mualem karena masalah pribadi, dan selalu menilai pengkhianat kepada pengurus Partai Aceh ketika melakukan kritikan kepada Mualem," imbuhnya.
Apabila tuntutan ini tidak dijalankan, Azmi mendesak Muzakir Manaf untuk mundur sebagai Ketua Umum Partai Aceh.
"Tuha Peut Partai Aceh yang merupakan pimpinan tertinggi harus segera mengambil sikap terhadap permasalahan ini secara arif dan bijaksana," harapnya.
"Mualem atau Muzakir Manaf harus mempertanggungjawabkan uang itu. Kalau masalah ada terima atau tidak, Muzakir Manaf harus membuktikannya," ketus Ketua Barisan Pendukung Partai Aceh Azmi kepada wartawan dalam Konferensi Pers di Banda Aceh,seperti dilansir acehonline.info Rabu (4/6/2014)
Selain itu, Mualem juga diminta untuk mempertanggungjawabkan keputusannya yang tidak sesuai dengan mekanisme Partai Aceh dalam hal berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai presiden.
"Belum ada keputusan resmi dari partai untuk menentukan arah koalisi. Yang terjadi saat ini adalah keputusan pribadi untuk mendukung Prabowo," ungkap dia.
Azmi juga meminta kepada Mualem untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dalam melakukan pemecatan terhadap petinggi Partai Aceh.
"Kami menduga pemecatan dilakukan oleh Mualem karena masalah pribadi, dan selalu menilai pengkhianat kepada pengurus Partai Aceh ketika melakukan kritikan kepada Mualem," imbuhnya.
Apabila tuntutan ini tidak dijalankan, Azmi mendesak Muzakir Manaf untuk mundur sebagai Ketua Umum Partai Aceh.
"Tuha Peut Partai Aceh yang merupakan pimpinan tertinggi harus segera mengambil sikap terhadap permasalahan ini secara arif dan bijaksana," harapnya.


