.

Sidang pleno di Myanmar, SBY pamit pada para kepala negara ASEAN

SBY di KTT ASEAN SUMMIT. ©Rumgapres/Abror Rizki

Justice Globe, Myanmar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpamitan kepada kepala negara Asia Tenggara (ASEAN) dalam sidang pleno Pertemuan Puncak ke-24 ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar. SBY mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga selama bekerja sama dengan para pemimpin Asia Tenggara guna merumuskan kebijakan-kebijakan penting kawasan dalam 10 tahun terakhir.

"Terima kasih atas seluruh apresiasi yang disampaikan kepada saya. Ini akan menjadi kehadiran saya yang terakhir dalam 10 tahun terakhir. Dan saya telah belajar banyak dari rekan-rekan saya di sini," ujar SBY di Myanmar, seperti dilansir Antara, Minggu (11/8/2014).

Pertemuan Puncak ke-25 ASEAN yang berbarengan dengan Pertemuan Puncak Asia Timur akan berlangsung pada November 2014 sementara itu masa jabatan Presiden Yudhoyono akan berakhir pada Oktober 2014. Secara jujur, SBY menyebutkan bahwa perbedaan mendasar antara ASEAN dengan organisasi-organisasi internasional yang lain adalah nilai-nilai dan budaya Asia Tenggara yang kuat mengikat seluruh anggotanya.

"Kita membangun konsensus bersama," katanya.

Atas dasar itulah, lanjut SBY, saat ini sejumlah kepentingan negara-negara anggota ASEAN saling bersinggungan tetap dapat dicapai kesepakatan bersama melalui dialog. "Ini adalah keindahan dari ASEAN," katanya.

SBY kemudian menyebutkan sengketa wilayah antara Kamboja dan Thailand beberapa waktu lalu yang dapat diselesaikan dengan dialog. SBY juga mencontohkan dukungan kuat negara-negara ASEAN saat Myanmar memperoleh embargo dari negara-negara barat.

"Kita (ASEAN) selalu menemukan cara untuk mencari penyelesaian," katanya seraya menambahkan bahwa dengan penghormatan atas nilai-nilai itu Asia Tenggara tidak dapat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lain misalnya Tiongkok ataupun Amerika Serikat.

ASEAN, kata Presiden, mampu untuk selalu mendorong diplomasi dan menekankan untuk menghindari penggunaan solusi militer. "Itu kekuatan ASEAN," katanya.

SBY juga menyampaikan harapannya agar di masa depan negara-negara Asia Tenggara yang kini telah memiliki dasar hukum yang jelas tidak melupakan nilai-nilainya sebagai komunitas yang saling berbagi dan penuh perhatian.

"Meskipun ASEAN telah menjadi organisasi yang lebih berdasarkan hukum. Ingatlah bahwa kita tidak boleh melupakan semangat sebagai sebuah komunitas yang saling berbagi dan peduli," katanya.

Pada kesempatan itu SBY juga meminta maaf apabila dalam sepuluh tahun kebersamaannya dengan ASEAN telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan di mata rekan-rekannya.

Pertemuan Puncak ke-24 ASEAN itu dihadiri oleh Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Kamboja, Presiden Yudhoyono, PM Laos Thongsing Thamavong, PM Malaysia Najib Tun Razak, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, Presiden Filipina Benigno Aquino III dan utusan khusus Thailand yaitu Wakil Perdana Menteri Thailand Phongthepth Epkanjana.




Baca Juga Berita ini close button minimize button maximize button

Berita Lainnya

Headlines 1366292066222827602

Justice Terkini



Berita Sebelumnya...

Berita Foto


Translate

.
item