PPP: Lukman Hakim Saifuddin Dilirik Golkar untuk Jadi Cawapres Ical
https://atjehjustice.blogspot.com/2014/05/ppp-lukman-hakim-saifuddin-dilirik.html

Justice Politik - Jakarta - Sekjen PPP Romahurmuziy (Romi) menyebut ada pergerakan dari Golkar mendekati partainya. Romi menyebut Golkar melirik Waketum PPP Lukman Hakim Saifuddin untuk jadi cawapres Aburizal Bakrie (Ical).
"Figur yang dilamar memang salah satu kader terbaik ya, Pak Lukman Saifuddin, dia Wakil Ketua MPR," kata Sekjen PPP Romahurmuziy di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, seperti dilansir detik.com, Jumat (9/5/2014).
Namun demkian, keputusan akan ditentukan saat Rapimnas nanti. Romi mengakui saat ini capres yang paling unggul hanya ada dua, yakni Joko Widodo dari PDIP dan Prabowo Subianto dari Gerindra.
"Saya kira itu salah satu opsi karena pada dasarnya sampai dengan rapimnas PPP digelar dan diambil keputusan dan belum menutup opsi apapun karena memang dinamika pilpres ini mengingat belum ada partai politik yang memainkan tiket pencapresan kecuali PDIP bersama NasDem," tutur Romi.
"Pada rapat pengurus harian yang ke 17. Hari Rabu kemarin memang DPP sudah mengerucutkan dua nama antara Prabowo dan Joko Widodo. Dan opsi itu yang semula akan dibawa ke rapat pimpinan nasional besok," tuturnya.
"Figur yang dilamar memang salah satu kader terbaik ya, Pak Lukman Saifuddin, dia Wakil Ketua MPR," kata Sekjen PPP Romahurmuziy di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, seperti dilansir detik.com, Jumat (9/5/2014).
Namun demkian, keputusan akan ditentukan saat Rapimnas nanti. Romi mengakui saat ini capres yang paling unggul hanya ada dua, yakni Joko Widodo dari PDIP dan Prabowo Subianto dari Gerindra.
"Saya kira itu salah satu opsi karena pada dasarnya sampai dengan rapimnas PPP digelar dan diambil keputusan dan belum menutup opsi apapun karena memang dinamika pilpres ini mengingat belum ada partai politik yang memainkan tiket pencapresan kecuali PDIP bersama NasDem," tutur Romi.
"Pada rapat pengurus harian yang ke 17. Hari Rabu kemarin memang DPP sudah mengerucutkan dua nama antara Prabowo dan Joko Widodo. Dan opsi itu yang semula akan dibawa ke rapat pimpinan nasional besok," tuturnya.


