.

Hong Kong gelar pameran seni erotis China pertama di dunia

Pameran seni erotis China. ©2014 Merdeka.com/AP

Justice Globe - Hongkong, Ini merupakan pameran pertama yang didedikasikan untuk seni erotis kuno dari China. Pameran tersebut menampilkan berbagai koleksi milik Ferdinand M. Bertholet, seorang kolektor barang antik dari Belanda.

Digelar di Galeri Sotheby di Hong Kong, barang-barang antik yang dipamerkan berasal dari Dinasti Han (206-220) dan Dinasti Qing (1644-1911). Pameran ini digelar dari tanggal sampai tanggal 3 Mei lalu ini diberi judul Gardens of Pleasure: Sex in Ancient China. Menariknya, Ferdinand mengumpulkan semua koleksinya bukan dari daratan China.

Pergantian dinasti dan Revolusi Kebudayaan di China membuat barang-barang antik itu tidak dapat ditemukan di China saat ini, dan Ferdinand justru mendapatkannya dari Hong Kong dan Eropa.

"Saya memilih Hong Kong untuk menggelar pameran ini dan bukan China daratan karena saya takut pihak berwenang China akan menyita semua koleksi saya," aku Ferdinand, seperti dilansir euronews.

Pameran ini juga memajang benda-benda berbentuk penis yang terbuat dari batu, keramik dan perunggu. Menurut Ferdinand, seni erotis kuno China memiliki cara berekspresi yang berbeda daripada ekspresi erotis lainnya karena memiliki latar belakang filosofis sendiri. Dia juga menambahkan bahwa Taoisme memandang seks sebagai jalan menuju kebahagiaan dan umur panjang.

"Jadi, jangan serta-merta menganggap ini sebagai pornografi," ungkap Ferdinand.

Ferdinand mulai tertarik pada seni erotis China, ketika dia masih menjadi seorang mahasiswa seni di Belanda. Saat itu, dia mengunjungi sebuah pameran seni, dia mengaku terperangah dengan keindahan dan harmoni yang disajikan dalam seni erotis China.

Koleksi pertamanya dibeli di Hong Kong pada tahun 1970, dan dia terus berburu koleksi lainnya hingga ke kota-kota di Eropa dan di Amerika Serikat. Ferdinand menambah koleksinya dengan membeli benda-benda yang dipamerkan di galeri-galeri internasional, termasuk Barbican di London dan Museum Cernuschi di Paris.




Baca Juga Berita ini close button minimize button maximize button

Berita Lainnya

Headlines 6815484633571387517

Justice Terkini



Berita Sebelumnya...

Berita Foto


Translate

.
item